Tampilkan postingan dengan label 00 Budidaya Tanaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 00 Budidaya Tanaman. Tampilkan semua postingan

MENYEMAI BIJI ADENIUM

A. MEMPERSIAPKAN MEDIA TANAM

Media yang digunakan untuk menanam biji Adenium umumnya terdiri dari campuran sekam bakar , cocopeat dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. Campuran ini disaring terlebih dahulu sehingga didapatkan media yang lebih halus , tetapi tidak terlalu halus. Campuran ini adalah media semai paling baik digunakan untuk menyemai biji adenium yang nantinya akan menjamin pertumbuhan akar dan daun. Disamping itu media ini juga daapt dtambahkan Kapur Dolomit , dan Pupuk dasar dalam umlah secukupnya.
Pasir berguna memberikan media tanam yang baik untuk tempat pertumbuhan akar , dengan sifat pasir yang porositasnya tinggi , dan juga aerasi yang baik. Pasir yang digunakan bukan "pasir super" tetapi yang memiliki butiran yang lebih besar sehingga tidak mudah mengendap kebawah dan mengeras. Pasir terbaik yang digunakan adalah pasir yang memiliki pori2 yang cukup banyak , umumnya ringan dan butirannya agak kasar , contohnya Pasir Malang , dapat juga digunakan Stone Chip / batu apung berukuran kecil yang banyak terdapat di Pulau Lombok (Media ini umum digunakan di Taiwan).
Sekam Bakar digunakan karena sifat-sifat sekam bakar yang menahan air dalam jangka waktu terbatas. sehingga mampu memberikan kelembaban yang cukup yang dibutuhkan dalam perkembangan Adenium. Tidak disarankan untuk menggunakan sekam biasa , mengingat kemampuan menahan air yang cukup lama , sehingga dapat mengakibatkan kebusukan , disamping seringkali dijumpai sekam biasa sering ditumbuhi bibit padi , gulma dan juga jamur maupun hewan-hewan lain seperti kutu dan semut yang mengganggu pertumbuhan Adenium.
Coco Peat digunakan didalam campuran untuk mempertahankan pupuk yang disiram sehingga daapt diserap oleh tanaman. Perlu diingat , media pasir tidak dapat mempertahankan pupuk didalamnya , dimana pupuk dan unsur hara yang ada akan hanyut kedasar pot begitu dilakukan penyiraman.

Meskipun dapat juga digunakan campuran media yang lain sesuai ketersediaanya. Penggunaan pupuk kandang sebagai campuran juga dapat dilakukan , tetapi harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu hingga siap digunakan. Tetapi beberapa penghobby adenium; dengan alasan menghasilkan spesimen yang baik dan berkualitas , memilih untuk tidak menggunakan pupuk kandang sama sekali , mengingat kandungan kimianya yang tidak dapat dikontrol dengan baik. sehingga pertumbuhan bibit cenderung tidak kompak (panjang dan kurus , dengan daun yang berukuran lebar).

Wadah penanaman bibit juga harus diperhatikan , dimana syarat umumnya adalah memiliki drainase yang cukup baik. Pekebun besar , umumnya menggunakan tray dari plastik , tetapi dapat juga dipilih wadah yang melebar , dengan kedalaman yang cukup untuk dapat mempertahankan kelembaban yang dibutuhkan sampai bibit sudah cukup besar untuk dapat ditanam didalam pot tersendiri.

Penyusunan media dilakukan bertahap dengan menempatkan gabus yang telah dipotong kecil-kecil didasar media , yang bertujuan untuk memberikan drainase dan juga aerasi yang baik untuk mempertahankan kelembaban selain mencegah dasar wadah tidak dibanjiri air. Selanjutnya potongan gabus tadi ditutup secara merata dengan potongan kecil arang kayu. yang kemudian dilanjutkan dengan meratakannya dengan media yang telah disiapkan. Media ini telah siap untuk digunakan menyemai biji denium.


B. MEMPERSIAPKAN BIJI YANG AKAN DITANAM

Saat buah matang , biji diambil dan bulu-bulu yang menempel di ujung-ujung biji dibuang. Selanjutnya biji dijemur hingga kering atau sekitar 2 jam dan biji disimpan ditempat yang teduh dan kering. umumnya perlakuan ini akan membuat biji tahan sampai 3 bulan sebelum ditanam dengan tingkat pertumbuhan yang cukup baik. sebelum ditanam untuk meningkatkan kemampuan pertumbuhan bibit , sebelum ditanam biji direndam dahulu didalam air. Lebih bik lagi jika air yang dipakai merendam dicampur zat perangsang pertumbuhan seperti Atonik. Setelah itu biji siap disemai.

A. MENANAM BIJI DAN PERAWATAN BIBIT (SEEDLING) ADENIUM

1. Siapkan tray atau pot berdiameter 5 cm sebagai wadah penyemaian. Selanjutnya , masukkan media semai ke dalam wadah tersebut setinggi 3/4 wadah.
2. Buat lubang tanam dengan jari telunjuk atau kayu di tengah pot.
3. Masukkan biji yang telah kering dengan posisi miring atau horisontal. Dalam satu pot ditanam satu biji. Tutupi biji dengan media.
4. Siram media semai secukupnya dengan air yang sudah dicampur obat anticendawan.
5. Letakkan pot di tempat teduh atau dinaungi.
Sebelum biji mengeluarkan empat daun pertamanya , bibit yang tumbuh membutuhkan banyak air. sehingga harus dijaga setiap hari , jangan sampai media penanaman kering , yang dpat mengakibatkan pertumbuhan bibit terganggu. Setelah empat daun bermunvulan , penyiraman harus dikurangi hanya dilakukan jika media terlhat kering.

Biji akan mulai bertunas mulai hari ke 3 (jika biji yang ditanam sehat) sampai umur 12-14 hari. Bibit Adenium ini harus terus disiram dengan baik dengan memperhatikan media tanamnya. Penyiraman pada usiatidak menggnakan pupuk sama sekali , mengignat bibit yang baru tumbuh masih memiliki cadangan makanan. Setelah tanaman berusia satu bulan dan terlihat mulai memiliki empat helai daun , pemberian pupuk dapat dimulai untuk membantu pertumbuhannya. Pemupukan dilakukan dengan dosis yang sangat rendah , untuk menghindari tanaman mati terbakar. Pupuk yang diberikan adalah pupuk yang berguna untuk pertumbuhan daun dan mengembangkan perakarannya. Perlu diperhatikan jangan sekali-kali memberikan pupuk yang memeiliki kandungan N tinggi , karena dapat mengakibatkan pertumbuhan bibit yang tidak kompak , langsing memanjang.

Setelah tanaman tumbuh setinggi 4-5 cm (umur 2-3 bulan) , bibit dapat dipindahkan ke pot yang lebih besar. Jangan memindahkan bibit yang masih kecil karena dikhawatirkan belum kuat beradaptasi dengan media baru. Mulai saat ini biasanya pertumbuhan bibit Adenium yang ditanam akan berlangsung sangat pesat. Pemberian pupuk yang baik dan juga hormon pertumbuhan yang teratur dalam jumlah yang rendah , akan membantu pertumbuhan Adenium menjadi maksimal.

SelanjutnyaTraining Bibit Adenium dapat dilakukan , baik yang bertujuan untuk mengembangkan percabangan untuk membentuk pertumbuhan yang kompak (Pinching , Prunning , grafting) ataupun training akar yang bertujuan untuk menata perakaran sesuai yang dikehendaki.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

MENYILANGKAN ADENIUM

Menyilangkan Adenium bertujuan untuk mendapatkan tanaman baru yang mewarisi sifat-sifat unggul induknya. Sifat-sifat unggul yang diinginkan pada tanaman adenium diantaranya : Bentuk Bunga Adenium , Warna dan corak Bunga Adenium , Warna dan corak daun , Bentuk tanaman dan percabangan. kekompakan dan frekuensi pembungaan maupun kemampuan menghasilkan biji yang banyak untuk keperluan perbanyakan Adenium.

Hal yang perlu diperhatikan dari pebanyakan adenium hasil persilangan adalah sangat tidak layak kalau mengatakan biji hasil persilangan dengan nama induknya. Akan lebih baik mengklasifikasikannya hanya berdasarkan warna bunga ataupun karakter dominan lainnya. Karena untuk pemuliabiakkan tanaman membutuhkan metode dan prosedur standar , sampai pada tahapan hasil persilangannya dapat diklaim sama dengan induknya dan stabil yang akan menghasilkan anakan yang relatif sama dengan induknya.

A. PERSIAPAN MENYILANGKAN ADENIUM
Langkah-langkah persiapan untuk menyilangkan adenium , pertama adalah menyiapkan calon induk adenium. indukan yang dipilih sebaiknya yang memiliki keunggulan-keunggulan diatas dan juga sesuai tujuan penyilangan umumnya yaitu mencari corak warna bunga. Untuk mengembangkan warna dan pembibitan yang baik harus diperhatikan karakter yang dibawa oleh masing-masing species adenium misalnya adenium Swazicum yang meberikan warna bunga yang kompak dan seimbang , Species Crispum yang cenderung menghasilkan turunan yang memiliki corak dan kelopak bunga yang berbentuk melingkar dan meruncing pada ujung petal bunganya. serta asal-usul indukan yang digunakan.Hal terpenting , Indukan haruslah memiliki besar yang cukup , untuk dapat menghasilkan biji dalam jumlah banyak dan sehat.

Untuk pemilihan bunga yang akan disilangkan harus memperhatikan :

B. LANGKAH-LANGKAH PENYILANGAN ADENIUM (HAND POLLYNATED ADENIUM)

Setelah dipilih indukan Adenium yang akan disilangkan yang perlu diperhatikan adalah tingkat kesegaran bunga yang dapat dikawinkan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
L langkah penyilangannya sebagai berikuti :
1. Pilih bunga-bunga yang sehat dan berumur 3 hari.
2. Buang 5 bagian filament yang berbentuk benang dengan cara dicabut/ditarik.
3. Buka bagian kuncup didalam bunga yang berisi serbuk sari (pollen) dengan cara ditekan sedikit.
4. Ambil dan basahi dengan air , kuas kecil No.1 atau 2 yang biasa digunakan untuk cat air , untuk mengumpulkan serbuk sari. Serbuk sari terlihat seperti pasir lembut berwarna kekuningan. Usap pelan-pelan sampai terlihat serbuk sari menempel di ujung kuas.

Langkah 2:

1. Pilih bunga tanaman yang akan anda silangkan. Bunga yang dipilih adalah yg telah berumur 2-3 hari.
2. Buang bagian filament yg berbentuk 5 benang dengan cara dicabut/ditarik.
3. Buka bagian kuncup didalam corong bunga , sehingga terlihat bagian stigma (kelamin betina). Bagian stigma ini berwarna putih kehijauan dan agak lengket karena seperti dilapisi cairan.
4. Masukkan kuas tadi yang berisi serbuk sari kedalam stigma. Lalu usapkan perlahan2 pada bagian stigma.
5. Setelah 4 hari bunga akan gugur. Bunga yang gugur lebih cepat menandakan penyerbukan/pembuahan berhasil. Jika bakal buah terlihat hijau dan agak membesar berarti pembuahan berhasil. Jika bakal buah terlihat kemerahan dan coklat biasanya akan cepat gugur , dan pembuahan gagal.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

MEMPERBANYAK ADENIUM



Untuk memperbanyak tanaman Adenium anda , yang dibutuhkan adalah ketelitian dan kesabaran. Tanpa dua hal ini perbanyakan adenium anda menjadi "mission impossible". Untuk mengembangbiakkan Adenium dilakukan dengan dua cara , yaitu generatif dan vegetatif. Perbanyakan secara generatif adalah perbanyakan melalui biji yang dihasilkan dari persilangan. Sementara perbanyakan vegetatif dilakukan melalui stek , cangkok , okulasi , sambung (grafting) , sisip , atau pemecahan akar. Anakan hasil perbanyakan vegetatif mewarisi sifat-sifat unggul induknya sedangkan perbanyakan secara generatif akan dihasilkan anakan yang berbeda dengan induknya , dimana umumnya hal inilah yang dicari para breeder untuk menghasilkan hibrida adenium baru dengan bunga beraneka warna dan karakter pohon yang bermacam-macam.
Hingga saat ini telah terdapat berbagai macam adenium hibrida yang dikembangkan oleh Nursery di Thailand , Taiwan , India , Amerika , dan tentu saja Indonesia. Belum lagi persilangan yang dilakukan oleh penghobby yang tersebar dimana-mana , yang melakukan persilangan baik dari sekedar coba-coba ataupun secara serius. Sehingga untuk saat ini dapat kita jumpai bunga seperti lirik lagu Group Band Padi - " Semua tak sama , tak pernah sama tapi mirip-mirip".

Hal yang perlu diperhatikan dari pebanyakan adenium hasil persilangan adalah sangat tidak layak kalau mengatakan biji hasil persilangan dengan nama induknya. Akan lebih baik mengklasifikasikannya hanya berdasarkan warna bunga ataupun karakter dominan lainnya. Karena untuk pemuliabiakkan tanaman membutuhkan metode dan prosedur standar , sampai pada tahapan hasil persilangannya dapat diklaim sama dengan induknya dan stabil yang akan menghasilkan anakan yang relatif sama dengan induknya

A. MEMPERBANYAK DENGAN BIJI
Memperbanyak Adenium dengan cara Generatif (penyerbukan) dapat dihasilkan dengan melalui persilangan alam (dengan bantuan serangga) ataupun dengan Penyilangan sendiri (Hand Polynation) Penyerbukan melalui bantuan serangga terjadi karenaSaat hinggap di bunga secara tidak sengaja , kaki lebah menyentuh benang sari , lalu ketika serangga tadi berpindah ke bunga lain serbuk sari (polen) menempel pada putik bunga lainsehingga terjadilah penyerbukan. Jika penyerbukan berhasil maka bakal buah akan membesar san berkembang menjadi buah. Penyerbukan secara alami tidak dapat dikontrol , bibit yang dihasilkan tidak dapat diprediksikan hasilnya / random. Untuk dapat menghasilkan bibit yang baik , yang mewarisi sifat unggul induknya (pertumbuhan cepat , memiliki bentuk bunga dan warna bunga yang baik , berbunga kompak) maka dilakukan dengan melakukan penyerbukan buatan. Adapun untuk langkah-langkah dari Persilangan Adenium dengan cara penyerbukan buatan dapat dilihat selengkapnya pada Mengawinkan Adenium

Buah adenium berbentuk panjang dan terdiri dari dua buah. Setelah dua bulan kemudian , buah adenium akan matang. Menjelang buah matang ditandai warna buah hijau kecokelatan. Pada saat itu , buah sebaiknya diikat dengan tali. Pengikatan bertujuan agar biji-biji yang berumbai tidak beterbangan saat buah matang dan pecah. Saat buah matang , biji dipanen dan siap untuk ditanam. Adapun langkah-langkah penyemaian / penanaman Biji Adenium dapat dilihat pada Halaman Penyemaian Biji Adenium


B. MEMPERBANYAK DENGAN STEK
Dari jaman dahulu sejak kita mengenal Adenium , sangat lumrah dimana-mana untuk memperbanyak adenium dengan dengan setek. Umumnya penyetekan dilakukan setelah dilakukan pemangkasan pada pohon induk. Untuk Penyetekan perlu dieprhatikan bahan setek dipilih dari induk yang sehat dan cukup tua. Cirinya batang berukuran besar , sehat , dan berdiameter minimal 2 cm. Batang yang terlalu kecil dan muda mempunyai tingkat resiko kegagalan yang cukup besar. Setek jangan diambil dari batang utama karena sulit bertunas. Tahapan perbanyakan dengan setek dijelaskan sebagai berikut:

1. Potong batang sepanjang 10-15 cm. Sisakan 2-3 helai daun untuk mengurangi penguapan. Gunakan pisau yang tajam dan steril agar tanaman tidak terinfeksi.
2. Setelah dipotong , kering anginkan batang ditempat yang teduh selama 1-2 jam agar luka bekas pemotongan kering. Bahan setek tersebut tidak boleh terkena air dan sinar matahari langsung.
3. Celupkan bagian yang terpotong dengan zat perangsang akar , lalu kering anginkan dengan selama 1-2 jam. Setelah itu , tancapkan batang setek pada media tanam sedalam 4-5 cm.
4. Siram air secukupnya secara merata. Selanjutnya , letakkan tanaman di tempat teduh dengan intensitas cahaya matahari rendah , sekitar 60-70%.

Setelah 6-7 hari , tanaman dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih panas. Pada saat itu , tanaman mulai segar. Jika 12-14 hari kemudian tanaman belum mengeluarkan tunas dan batang terlihat kurus mk perbanyakan dengan setek dianggap gagal. Pekebun di Indonesia jarang menggunakan cara setek untuk memperbanyak tanaman karena relatif sulit dan membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan bonggol.

C. MEMPERBANYAK DENGAN SAMBUNG
Perbanyakan dengan sambung atau grafting paling banyak dilakukan oleh pekebun adenium. Cara grafting dilakukan dengan menggabungkan batang bawah dan batang atas dari jenis tanaman yang berbeda. Keunggulan cara ini adalah dihasilkan tanaman yang lebih unggul dibandingkan dengan induknya karena diambil dari jenis yang berbeda. Selain itu , cara ini lebih cepat dan tingkat kegagalannya rendah. Teknik Grafting / Sambung dijelaskan pada bagaimana menggrafting adenium.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Merawat Bunga Mawar

Merawat mawar juga bukanlah hal yang sulit karena sebenarnya bunga ini tidak memerlukan banyak perawatan. Pada masa satu atau dua bulan pertama setelah penanaman, tanaman mawar harus disiram setiap hari secara teratur. merawat_mawarPada pagi hari kita harus menyiram tanahnya saja hingga terserap ke bagian bawahnya. Lalu pada sore hari ketika matahari sudah tidak begitu terlihat kita lakukan penyiraman pada daunnya.

Namun setelah melewati masa dua bulan tersebut, bunga mawar tidak perlu disiram sering-sering, cukup satu hari atau dua hari sekali. Bila mawar sudah berbunga jangan lupa untuk memangkas dahan-dahan pohon yang sudah kering yang bertujuan agar bunga mawar tersebut akan lebih sering berbunga di dahan-dahan yang baru tumbuh.

Namun dahan-dahan yang telah dipangkas jangan langsung dibuang karena dahan-dahan itu dapat ditanam kembali di tempat lain. Selain itu juga memangkas buah cabang-cabang yang mengarah ke dalam tanaman agar tanaman mawar tersebut bisa dengan mudah bernafas dan menyerap zat-zat yang bagus untuk pertumbuhannya.

Pemangkasan ini bagus dilakukan jika kita ingin agar bunga mawar berbunga banyak tanpa henti. Selain itu dengan pemangkasan maka akan muncul tunas baru dari mawar tersebut dengan tangkai yang lebih panjang, karena jika tidak dipangkas maka tangkai bunga mawar akan pendek dan juga tidak menghasilkan bunga yang banyak. Di negara yang memiliki empat musim pemangkasan biasanya dilakukan pada saat musim gugur dan atau menjelang musim semi.

Jangan lupa memberi pupuk setiap bulannya. Pupuk yang baik digunakan adalah pupuk organik, namun juga bisa dengan pupuk buatan yang khusus untuk mawar. Pada saat pemupukan lakukan sekaligus penggemburan tanah di daerah sekitar batang lalu cabut tanaman liar yang mengganggu mawar tersebut. Jika ada hama yang mengganggu gunakan obat khusus yaitu Bouillie Bordelaise / Bordeaux Mixture yaitu dengan cara disemprot. Jangan sering menggoyangkan dahan yang baru saja ditanam dalam arti belum terjadi pengakaran di sana. Setiap satu hingga dua tahun sekali media penanaman diganti.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Menanam Bunga Mawar

taman_bunga_mawarMenanam bunga mawar bukanlah hal yang terbilang sulit jika kita sudah mengetahui bagaimana caranya. Hal yang pertama yang harus kita lakukan adalah membeli bunga mawar untuk ditanam. Lalu buatlah lubang di tanah yang subur untuk bisa menanam tanaman tersebut. Yang harus diingat adalah bunga mawar bisa ditanam di tanah (kebun) namun juga bisa ditanam di pot.

Jika ingin menanam di kebun kita harus membuat lubang yang besar dan dalam berukuran 50 x 50 x 50 cm. Sedangkan jika ditanam di pot kita harus menggunakan pot yang cukup besar, jangan terlalu kecil karena jika ditanam di lubang yang besar maka akar dari bunga mawar tersebut akan berkembang kemudian menyebar ke dalam tanah pada tahun pertama.

Hal itu membuat bunga mawar akan kuat dan tahan terhadap serangan hama dan juga terhadap kekeringan. Jika kita menggunakan pot maka kita harus lebih sering merawat bunga tersebut dibandingkan dengan tidak menggunakan pot.

Jika ditanam di tanah kita bisa menyiramnya hanya satu atau dua hari sekali, namun jika ditanam di pot kita harus menyiramnya dua sampai tiga kali dalam satu hari. Perlu diingat pot yang baik digunakan adalah pot yang terbuat dari tanah liat atau tembikar. Penggunaan pot plastik dihindari karena kurang bagus untuk pertumbuhan bunga tersebut.

Setelah itu masukkan tanah, pupuk kandang, dan juga pasir ke dalam lubang tersebut. Namun sebelumnya bersihkan dahulu lokasi penanaman bunga mawar dari sampah, rumput-rumput liar, dan juga batu kerikil. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir, subur, gembur, banyak bahan organik, aerasi dan drainase baik. menanam_mawarSelain itu pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk yang sudah jadi bukan yang masih segar. Karena pupuk kandang yang masih segar bisa membuat bunga mawar menjadi mati, selain itu bau yang dihasilkan juga sangat menyengat.

Perbandingan antara tanah humus, pupuk kandang, dan juga pasir adalah 1:1:1. Khusus untuk menanam di pot perlu ditambahkan pecahan bata merah atau genteng atau arang yang berfungsi sebagai pengisap kelebihan air serta memudahkan pemindahan tanaman dari pot ke kebun atau ke tempat tanam yang baru. Kemudian lubangi dasar pot untuk kelebihan air dan basahi pot dengan air hingga cukup basah. Lalu isikan pecahan bata merah pada dasar pot setebal ±1 cm dan jangan membuat lubang pembuangan air di dasar pot tersumbat.

Isikan humus secara merata setebal di atas lapisan bata merah. Lalu isikan media tanam campuran tanah, pasir dan pupuk kandang. Kemudian masukkan bunga mawar tersebut ke dalam tanah atau pot yang telah disediakan. Lalu masukkan kembali tanah humus. Untuk hasil yang sempurna letakkan tanaman ini di lokasi yang memiliki sinar matahari yang cukup. Dan yang terakhir jangan lupa disiram secara rutin dan teratur untuk mendapat hasil yang sempurna.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Budidaya Bunga Mawar

mawar_unik_kawin_silang

http://lh6.ggpht.com/aryo.sanjaya/R0d7CrUwoTI/AAAAAAAADg8/d3ah3YUm8mU/s288/DSC00373.JPG

Cara membudidayakan atau memperbanyak tanaman mawar ini cukup banyak antara lain melalui biji, setek, okulasi, cangkokan dan membelah anakan. Namun untuk lebih praktis sebaiknya digunakan cara setek. Cara ini dianggap ampuh karena dapat membuat bunga mawar menjadi tumbuh banyak.

Namun bisa juga dengan melakukan pembibitan. Supaya tumbuh dengan baik. Pilih biji bibit yang bagus (jika ditaruh di air maka akan tenggelam). Selanjutnya dengan melakukan penyiapan benih dengan memilih buah mawar yang produktif berbunga atau sudah unggul dan sudah matang kemudian dipetik. Siapkan lahan berupa tanah yang berhumus dan juga berpasir dengan perbandingan 1:1. Lalu masukkan biji mawar tadi kedalam tanah tersebut dan disiram dengan air bersih hingga cukup lembab. Kemudian tanamkan buah mawar kedalam tanah tersebut hingga terkubur. Biarkan buah mawar membusuk pada kondisi media yang lembab. Waktu yang diperlukan berkisar antara 2 hingga 9 bulan.

Setelah kurun waktu pembusukan buah mawar selesai, angkat biji-biji mawar dari buah yang telah membusuk dan jangan lupa pilih biji mawar yang paling baik, yaitu jika ditaruh di air maka ia akan tenggelam. Kemudian cuci biji mawar dengan air lalu dikeringkan di tempat teduh. Semaikan biji mawar secara merata menurut barisan pada jarak antar-baris 5- 10 cm di dalam bak atau baskom. Biji akan berkecambah pada saat empat minggu setelah disemaikan.

Pemeliharaan pembibitan dilakukan dengan menyiram tempat penyemaian secara rutin satu hingga dua kali dalam sehari. Lalu masukkan bibit mawar yang sudah cukup besar ke dalam polybag kecil yang telah diisi dengan campuran tanah, pasir, dan pupuk organik. Kemudian lakukan pemindahan bibit dengan cara memindahkan tanam bibit mawar yang telah berumur 22 bulan ke lahan berupa tanah di kebun atau tempat yang diajdikan sebagai tempat penanaman tetap atau permanen, seperti misalnya pot.

bibit_bunga_mawarTahap selanjutnya yaitu dengan melakukan tahapan penanaman bunga mawar seperti yang telah dijelaskan di atas yaitu dengan menggunakan tanah yang subur dan gembur serta mendapat sinar matahari agar memperkuat tanaman tersebut, baik untuk yang ditanam di kebun maupun di pot. Jangan lupa memberikan pupuk kandang atau pupuk buatan yang memang khusus disediakan untuk penanaman bunga mawar. Pemberian pupuk dilakukan dengan cara disebar hingga merata dengan tanah agar terserap hingga ke akarnya.

Untuk penanaman di kebun jangan lupa membuat bedengan dengan ukuran lebar 100-120 cm, tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 30-40 cm, dan panjangnya tergantung keadaan lahan. Kita juga bisa membuat bentuk taman mawar sesuai dengan selera kita yang tentunya serasi dengan pekarangan sekitar agar terlihat lebih indah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Cara Merawat Bunga Adenium

Merawat tanaman hias seperti Adenium memerlukan tiga kunci utama; kesabaran, ketekunan, ketelitian. Semua jenis Adenium sangat bergantung pada pencahayaan yang baik dan penyiraman yang teratur. Mereka memang memerlukan daerah yang teduh, tetapi pencahayaan yang baik tetap harus ada terutama jika mereka ditumbuhkan dalam rumah kaca. Adenium akan tumbuh subur jika disiram teratur, namun Anda harus jeli mengetahui kapan masa dormansi tanaman ini.

merawat_adeniumPada fase dormansi, tidak apa bagi Anda untuk membiarkannya tanpa air, karena tanaman ini memang sedang “tidur”. Saat melakukan penyiraman, jangan sampai Anda memberikan terlalu banyak air. Air yang berlebih dapat menyebabkan rontoknya daun Adenium. Jika Anda menggunakan sprayer dalam menyiram tanaman, 3-4 kali semprotan adalah jumlah yang cukup. Pupuk yang baik digunakan untuk merawat Adenium adalah pupuk cair yang harus diberikan minimal 2 kali dalam setahun.

Umumnya semua jenis Adenium harus diganti tanahnya dan diatur perakarannya setiap dua tahun sekali. Meski pun pada beberapa varian tertentu dibutuhkan pergantian tanah yang lebih sering lagi, seperti pada varian golden atau diamond crown. Pergantian tanah ini penting, untuk mengontrol tumbuhnya jamur atau adanya sarang-sarang kumbang kecil yang senang menyerang bonggol dan akar Adenium. Adenium yang ditanam dalam pot kecil dapat mencapai ketinggian 13 cm, dengan diameter bonggol 8 cm.

Kegiatan yang cukup mengasyikkan dalam merawat Adenium adalah saat mengatur bentuk percabangannya, apalagi jika Adenium milik Anda adalah varian golden atau diamond crown. Salah satu cara yang paling umum digunakan untuk membentuk pola percabangan adalah dengan menggunakan kawat dan bantuan sinar matahari. Untuk membentuk percabangan yang simetris, Anda hanya perlu memutar-mutar pot, membuat bagian cabang yang pendek mendapatkan cahaya matahari paling banyak sehingga panjangnya sama dengan cabang pada sisi lain.

Sangat disarankan untuk menggunakan sarung tangan saat menangani Adenium, karena getah Adenium mengandung zat toksin yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika tidak sengaja terminum.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Budidaya Bunga Adenium

budidaya_adeniumAdenium merupakan tanaman yang relatif mudah untuk dibiakkan. Terdapat dua cara perkembangbiakan Adenium; generatif dan vegetatif. Perkembangbiakan generatif dapat Anda lakukan dengan menggunakan biji Adenium. Untuk mendapatkan biji Adenium, Anda harus membungkus buah-buah Adenium dengan plastik.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdgH2CPgMre7MLWt8HD9PmIXmdTcd4XppTO_xZ1ULpt1DXmjw9gFxj6XgVMSnwxKspmJbYI9CTiFzpuFpcZKKwWlocqaYucOAmYTXP4OYDDHbJMsXCB2fCQMy6TQ5ZMWXVFmoljMl-qBs2/s400/BuahAdenium.JPG http://wb5.itrademarket.com/pdimage/74/s_178174_seeds.jpg

Perlu Anda ketahui bahwa buah Adenium merupakan tipe buah dehiscent, artinya ketika matang buah ini akan pecah menyemburkan bijinya. Oleh karena itu, sangat penting untuk membungkus terlebih dahulu buah-buah ini dengan plastik ketika belum dipetik dari pohonnya. Buah Adenium mulai tumbuh ketika bunga mekar telah berusia 1 bulan, dan dalam waktu 3-4 bulan buah-buah ini akan matang. Jadi Anda boleh mulai membungkus buah-buah ini 2-3 minggu sebelum masa matangnya. Ketika matang, biji-biji Adenium akan tertampung dalam plastik. Kemudian, kumpulkan biji-biji tersebut untuk dikeringkan.

Setelah kering, biji-biji ini dapat segera Anda tanam kembali. Kekurangan dari cara pembiakan generatif adalah waktu yang dibutuhkan cukup lama karena Adenium dewasa baru mulai berbunga ketika usianya 6 bulan. Perkembangbiakan vegetatif dapat Anda lakukan dengan cara stek atau cangkok. Terdapat beberapa keuntungan dari perkembangbiakan vegetatif pada Adenium, antara lain: Anda dapat memilih karakter bonggol atau bunga yang bagus, biji lebih mudah dikumpulkan, dan tanaman tidak mudah terserang virus.

Sementara itu, kekurangannya adalah Anda akan sulit menduga seperti apa bentuk Adenium Anda ketika dewasa. Cangkok yang umumnya dilakukan adalah cangkok pada bagian percabangan batang dan bonggol. Anda dapat menggunakan kantong plastik dan plester untuk membungkus bagian yang dicangkok, kemudian menunggu hingga bungkusan tersebut membesar. Jika terlihat membesar, artinya cangkokan Anda telah tumbuh menghasilkan anakan baru, dan Anda boleh membuka bungkus plastik tersebut.

Jika Anda mencangkok pada bagian bonggol, maka jangan lupa untuk melapisi plastik dengan kertas karbon (atau kertas koran jika Anda tidak memiliki kertas karbon), agar bonggol tidak hangus karena matahari. Waktu yang dibutuhkan untuk proses cangkok hanya 2-4 minggu hingga menghasilkan anakan baru. Anakan baru tersebut harus ditumbuhkan di tempat teduh karena anakan ini masih belum tahan terhadap sinar matahari langsung.

Ketika Anda memutuskan untuk membudidayakan Adenium, berarti Anda harus memiliki pasokan bibit yang cukup. Yang dimaksud dengan bibit Adenium di sini adalah anakan yang telah memiliki bonggol, yang sudah ditumbuhkan selama 9 bulan. Keunggulan bibit tersebut adalah pertumbuhannya optimal sehingga ketika dewasa akan menjadi tanaman yang sehat dan kuat. Bibit ini pun sudah cukup kuat jika Anda ingin mencangkoknya.

Dalam budidaya Adenium, jangan ragu-ragu untuk memberi pupuk pada masa pembibitan. Dengan pemberian pupuk yang intensif, bibit Anda dapat matang hingga 3 bulan lebih cepat daripada bibit tanpa pupuk.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS